Bocah 4 bulan menjadi korban tewas termuda di Sarawak
Sarawak

Bocah 4 bulan menjadi korban tewas termuda di Sarawak

Bocah 4 bulan menjadi korban tewas termuda di Sarawak

Bocah laki-laki berusia 4 bulan itu adalah kasus dibawa mati (BID) pada 17 November, tercatat di Bintulu, Komite Penanggulangan Bencana Sarawak (SDMC) mengungkapkan dalam pembaruan hari ini tentang pandemi. — Foto Surat Melayu

KUCHING (25 November): Seorang bayi berusia empat bulan termasuk di antara enam kematian Covid-19 yang tercatat di Sarawak antara 17-22 November, menjadikannya kasus kematian termuda di negara bagian itu hingga saat ini.

Bayi itu adalah kasus dibawa mati (BID) pada 17 November, tercatat di Bintulu, Komite Penanggulangan Bencana Sarawak (SDMC) mengungkapkan dalam pembaruan hari ini tentang pandemi.

Kematian Covid-19 termuda sebelumnya yang tercatat di negara bagian itu adalah seorang bocah lelaki berusia 5 tahun pada 6 Oktober di Miri.

Kasus BID lainnya tercatat pada 22 November di Sibu, melibatkan seorang pria berusia 23 tahun dengan obesitas.

Adapun kematian lainnya, SDMC mencatat dua pada 21 November keduanya di Rumah Sakit Miri, melibatkan pria berusia 85 dan 76 tahun. Panitia mengatakan keduanya menderita hipertensi, diabetes, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung.

Rumah Sakit Umum Sarawak (SGH) juga mencatat kematian pada 22 November yang melibatkan seorang pria berusia 58 tahun dari Samarahan yang menderita hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis.

Di hari yang sama, RS Bintulu mencatat kematian seorang pria berusia 42 tahun yang mengidap penyakit liver kronis.

Sementara itu, dua cluster di Sarawak telah berakhir hari ini, yakni Cluster Jalan Demak Indah dan Cluster Bandara Jalan Perimeter, keduanya di Kuching.

Saat ini terdapat empat klaster yang masih aktif di seluruh negara bagian yaitu Klaster Putai 2 di Bukit Mabong, Klaster Sureai di Limbang, Klaster Jalan Sultan Tengah Rampangi di Kuching dan Klaster Jalan Ong Tiang Swee di Kuching.







Posted By : info hk