Bung, Jeffrey kecewa dengan alokasi anggaran
Sabah

Bung, Jeffrey kecewa dengan alokasi anggaran

Bung, Jeffrey kecewa dengan alokasi anggaran

Bung Moktar |

KOTA KINABALU (30 Oktober): Wakil Menteri Utama Datuk Seri Bung Moktar Radin dan Datuk Dr Jeffrey Kitingan telah menyatakan kekecewaannya dengan alokasi anggaran 2022 untuk Sabah.

Bung mengatakan RM5,2 miliar yang dialokasikan ke Sabah dalam anggaran nasional 2022 untuk pembangunan infrastruktur tidak cukup untuk negara sebesar itu yang memiliki banyak masalah yang berkaitan dengan infrastrukturnya.

Bung yang juga Menteri Pekerjaan Umum itu berpendapat, alokasi tersebut harus ditingkatkan minimal 15 persen karena pelaksanaan program pembangunan infrastruktur yang melibatkan penyediaan air dan listrik jalan dan jembatan membutuhkan dana besar setiap tahun.

“Alokasi untuk proyek pembangunan di Sabah tidak cukup, kita harus mendapatkan 10 persen hingga 15 persen lebih tinggi dari jumlah yang diberikan. Karena pembangunan air, jalan, jembatan dan listrik masih dibutuhkan di pedesaan Sabah, negara bagian yang luasnya besar,” ujarnya saat mengomentari APBN 2022.

Menteri Keuangan Senator Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz ketika mengajukan anggaran nasional 2022 pada hari Jumat, mengumumkan bahwa alokasi untuk pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan di Sabah, meningkat menjadi RM5,2 miliar.

Bung Moktar yang juga Anggota DPR Kinabatangan mengatakan, meski banyak proyek yang dibiayai melalui APBD tahun depan, masih ada lagi proyek pembangunan yang harus ditambah sesuai kebutuhan saat ini di Sabah.

“Kami tidak memungkiri bahwa Pemerintah Federal telah memberikan prioritas untuk melaksanakan proyek-proyek mendesak seperti perbaikan sekolah-sekolah yang bobrok, tetapi masih ada lagi yang perlu mendapat perhatian, itulah sebabnya kami membutuhkan lebih banyak alokasi,” katanya.

Selain alokasi RM5,2 miliar, Sabah juga diberikan alokasi RM746 juta untuk meningkatkan 112 sekolah miskin di negara bagian.

Sabah dan Sarawak juga diberikan alokasi RM1,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur pedesaan tahun depan.

“Jika alokasinya tidak mencukupi, Sabah akan dikategorikan sebagai negara termiskin (dalam negeri). Anggaran pembangunan harus melihat untuk memastikan bahwa negara-negara miskin dapat mengikuti pembangunan, jika tidak, kita akan terus miskin, ”tegasnya.

Bung Moktar menilai pemerintah pusat juga harus melihat upaya percepatan pelaksanaan proyek Tol Pan Borneo.

Dia mengatakan alokasi berdasarkan paket demi paket dengan hanya satu atau dua paket yang dilaksanakan setahun menunda penyelesaian proyek.

“Kami ingin proyek Tol Pan Borneo segera dilaksanakan, bukan paket demi paket yang dialokasikan setiap tahun. Jika hanya satu atau dua paket yang diberikan dalam setahun, proyek itu tidak akan selesai dalam beberapa dekade, ”katanya.

Melalui anggaran tahun depan, pemerintah Federal menyediakan alokasi RM3,5 miliar untuk pelaksanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur nasional, termasuk Jalan Raya Pan Borneo dan proyek-proyek penting lainnya.

Bung Moktar mengatakan peningkatan fasilitas infrastruktur akan mengubah ekosistem logistik dan akan menjadi katalis perubahan sosial ekonomi Sabah karena semua wilayah di negara ini dapat terhubung dengan mudah dan cepat sehingga memperluas kegiatan ekonomi.

Jeffrey Kitingan

Jeffrey kecewa Anggaran 2022 tidak menyebutkan ketentuan keuangan khusus untuk Sabah.

Dia mengatakan hak Sabah atas 40 persen dari pendapatan bersih yang diperoleh federal di Negara Bagian itu masih ditolak.

“Juga tidak ada ketentuan untuk pembayaran lain seperti pajak 10 persen atas minyak atau bea masuk 10 persen untuk produk minyak selain RM120 juta,” katanya dalam sebuah pernyataan di sini, Sabtu.

Jeffrey mengatakan meskipun alokasi dana pembangunan untuk Sabah telah ditingkatkan, namun peningkatan tersebut tidak mencukupi dan tidak adil.

“Bisa jadi setidaknya RM10 miliar mengingat kebutuhan untuk merangsang ekonomi Kalimantan agar sesuai dengan pembelanjaan agresif Indonesia di Kalimantan,” katanya.

Namun, dia mengakui anggaran tersebut bersifat inklusif dan komprehensif, dengan memperhatikan kesejahteraan rakyat, sejalan dengan visi ‘Keluarga Malaysia’.

Jeffrey mengaku sadar bahwa tujuan utama anggaran adalah untuk menstimulus perekonomian yang terpukul akibat pandemi, serta untuk merangsang aktivitas bisnis.

“Secara keseluruhan, ini adalah anggaran yang baik karena berfokus pada daerah tertinggal khususnya di Sabah dan Sarawak.
“Tapi itu bisa menjadi jauh lebih baik,” katanya.







Posted By : hk keluar hari ini