Cyberbullying Di Kalangan Pemuda Malaysia Isu yang Sering Terjadi
Says

Cyberbullying Di Kalangan Pemuda Malaysia Isu yang Sering Terjadi

Karena statistik yang mengkhawatirkan ini, mahasiswa tahun terakhir Komunikasi Persuasif dari Sekolah Komunikasi di Universiti Sains Malaysia menyelenggarakan TalkSpace — webinar untuk membahas cyberbullying — sebagai sarana untuk mendidik kaum muda Malaysia tentang masalah penting ini.

Hal ini dilakukan sebagai diskusi aktif untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pengguna media sosial, khususnya kaum muda, tentang potensi konsekuensi dari cyberbullying karena etiket media sosial yang buruk.

Menurut Bernama, salah satu narasumber dalam acara tersebut adalah Jessie Yong Tse Shing, dosen paruh waktu di Tunku Abdul Rahman University College (TARUC) dan pemegang gelar Master dari School of Communication, Universiti Sains Malaysia, yang memfokuskan dirinya penelitian tentang cyberbullying di kalangan remaja.

Berdasarkan temuan dan pengamatannya, Jessie berbagi bahwa perilaku seperti itu bisa menjadi proyeksi ketidakbahagiaan mereka sendiri karena kekurangan kebutuhan dasar mereka.

“Menurut Teori Pilihan Glasser, kebutuhan ini adalah kelangsungan hidup, kepemilikan (untuk mencintai, dicintai, dan bernilai), kekuatan, kebebasan, dan kesenangan,” jelasnya kepada Bernama dalam sebuah wawancara.

Dia menambahkan bahwa mereka yang memiliki harga diri global, penerimaan sosial, dan popularitas yang lebih rendah juga cenderung terlibat dalam cyberbullying, karena penelitian telah menunjukkan bahwa cyberbullies seringkali merupakan individu yang tidak kompeten secara sosial.

Jessie juga membahas masalah yang sering diabaikan, yaitu pentingnya menyediakan ruang yang aman bagi korban cyberbullying dan mendidik para cyberbullies.


Posted By : togel hongķong