ESC Percepat Pengeluaran Imigrasi Ekspatriat – Hamzah
Nation

ESC Percepat Pengeluaran Imigrasi Ekspatriat – Hamzah

ESC Percepat Pengeluaran Imigrasi Ekspatriat – Hamzah

Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hamzah Zainudin berbicara dalam konferensi pers di Putrajaya pada 24 September. – Bernama photo

SEPANG (30 November): Ekspatriat yang tiba di Malaysia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sekarang dapat memperoleh stiker izin Imigrasi di Pusat Satelit Divisi Layanan Ekspatriat (ESD) di bandara pada saat kedatangan, kata Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hamzah Zainudin.

Dia mengatakan bahwa di bawah sistem lama, ekspatriat dapat memakan waktu hingga 30 hari untuk mendapatkan stiker izin Imigrasi untuk diizinkan bekerja di Malaysia.

Hamzah saat meresmikan ESD Satellite Center (ESC) hari ini mengatakan, fasilitas itu akan mempercepat dan memudahkan berbisnis di Malaysia.

“ESC ini merupakan peningkatan pelayanan bagi ekspatriat dan investor yang datang ke Malaysia,” ujarnya.

Dalam sistem lama, ekspatriat yang telah memperoleh surat persetujuan Imigrasi selama di luar negeri diberikan Pass Khusus 30 hari, dan dalam waktu 30 hari majikan harus membuat janji di kantor Imigrasi untuk proses penerbitan stiker izin Imigrasi untuk ekspatriat. dan melakukan pembayaran.

Selama 30 hari, para ekspatriat ini tidak bisa bekerja sampai stiker dikeluarkan oleh kantor Imigrasi.

Melalui fasilitas ESC, ekspatriat mendapatkan surat persetujuan Imigrasi setelah mendaftar selama di luar negeri dan dapat menyelesaikan pembayaran secara online sebelum mereka datang ke Malaysia; mereka kemudian bisa mendapatkan stiker Imigrasi di KLIA ESC pada saat kedatangan.

Sementara itu, Hamzah mengatakan, Kemendagri sedang melakukan kajian komprehensif dan holistik yang melibatkan ekspatriat, termasuk mengkaji jabatan ekspatriat, dalam upaya memenuhi kebutuhan transfer keahlian dan teknologi ke dalam negeri.

Ditambahkannya, ekspatriat yang masuk ke Tanah Air saat ini terdiri dari Employment Pass kategori 1 (EP1) yang merupakan top management, seperti direktur utama perusahaan; serta Employment Pass kategori 2 (EP2) dan Employment Pass kategori 3 (EP3) yang mencakup personel manajemen yang lebih rendah.

Berdasarkan statistik dari Departemen Imigrasi, ada 86.280 ekspatriat aktif di negara ini, dan dari jumlah itu, 40.948 di antaranya dari kategori EP1 yang memegang posisi manajemen puncak, katanya.

Dikatakannya, ekspatriat India paling banyak bekerja dan tinggal di Malaysia, disusul China, Jepang, Filipina, dan Indonesia.

Ditanya apakah fasilitas ESC akan diperluas ke bandara lain di Tanah Air, Hamzah mengatakan, saat ini ESC hanya akan beroperasi di ruang kedatangan terminal utama KLIA, 24 jam sehari.

“Untuk saat ini kita akan pakai di sini (KLIA) dulu karena kebanyakan ekspatriat datang melalui KLIA,” ujarnya. – Bernama







Posted By : togel hongkongkong hari ini