Isu tentang tanah NCR oleh propagandis hanya memilih memancing – Awg Tengah
Sarawak

Isu tentang tanah NCR oleh propagandis hanya memilih memancing – Awg Tengah

Isu tentang tanah NCR oleh propagandis hanya memilih memancing – Awg Tengah

Awang Tengah (ketiga kiri) menyerahkan sertifikat tanah NCR kepada pemilik tanah sementara Rosey (ketiga kanan), Ripin (kanan) dan lainnya melihat. – Foto Unit Komunikasi Publik (Ukas) Sarawak

MIRI (1 Des: Penghasutan dan propaganda buruk terhadap inisiatif baru pemerintah negara bagian Sarawak tentang program hak adat asli (NCR) adalah taktik kampanye musiman untuk memancing suara selama pemilihan, kata Wakil Ketua Menteri Datuk Amar Awang Tengah Ali Hasan.

Ia menambahkan, propaganda buruk tentang tanah NCR itu sudah tidak relevan lagi karena pemerintah negara bagian selalu mengakui hak-hak rakyat atas tanah mereka selama klaim tanah itu sah menurut hukum.

“Mereka (propagandis) adalah orang luar dan hanya berbicara saja. Pemilik tanah yang telah terpengaruh oleh propaganda buruk adalah mereka yang akan menderita kerugian karena tanah mereka tidak disurvei di bawah inisiatif baru dan tidak ada jaminan kepemilikan tanah atas tanah mereka.

“Yang dirugikan adalah pemilik tanah, bukan mereka,” katanya dalam sambutannya saat meresmikan penyerahan sertifikat tanah untuk kawasan Lambir di gedung serbaguna Kampung Beraya Batu 1 kemarin.

Menteri Kedua Pembangunan Perkotaan dan Sumber Daya Alam meyakinkan bahwa masalah NCR sangat dekat dengan hati pemerintah negara bagian.

Ia mengingatkan, upaya pemerintah negara bagian dalam penerbitan sertifikat tanah melalui inisiatif baru, yaitu Program Survei Tanah NCR, tidak akan berhasil tanpa keterlibatan dan kerjasama tokoh masyarakat dan pemilik tanah.

Untuk itu, dia mengimbau kepada para pemilik tanah untuk terus memberikan kerjasama penuh kepada Dinas Pertanahan dan Survey sebagai pelaksana kebijakan pertanahan negara.

“Survei perimeter pada kavling individu serta penerbitan sertifikat tanah di bawah Bagian 18 Kode Tanah Negara sedang dilakukan secara aktif.

“Departemen Tanah dan Survei telah diinstruksikan untuk fokus pada program ini di seluruh negara bagian, termasuk semua tanah NCR Bumiputera.”

Sejauh ini, kata dia, telah dilakukan survei terhadap 47.769 kavling dengan total lahan seluas 58.371 hektar.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah negara bagian akan menerbitkan sertifikat tanah berdasarkan Pasal 18 UU Pertanahan Negara sebanyak 18.546 bidang.

Kemudian pada fungsi yang sama, ia menyerahkan 466 sertifikat tanah berdasarkan Pasal 18 KUHP kepada 182 penerima dari Rh Ampik, Kampung Nusah dan Kampung Sebalik Tiris.

Selain itu, ia juga menyerahkan sekitar 270 sertifikat tanah di bawah bagian yang sama kepada 70 warga dari kawasan Kampung Beraya.

Turut hadir Asisten Menteri Perdagangan dan Industri Internasional, Terminal Industri dan Pengembangan Wirausaha Datuk Mohd Naroden Majais; Asisten Menteri Pembangunan Kesejahteraan, Kesejahteraan Masyarakat, Perempuan, Keluarga dan Anak Datuk Rosey Yunus; Lambir petahana Ripin Lamat; Pengawas Departemen Tanah dan Survei Divisi Miri Anthony Aboi dan Residen Miri Abdul Aziz Mohd Yusuf.







Posted By : info hk