Koperasi yang dilanda pandemi terima bantuan
Sabah

Koperasi yang dilanda pandemi terima bantuan

Koperasi yang dilanda pandemi terima bantuan

Matias (kiri) menyerahkan sekeranjang makanan kepada anggota koperasi.

KOTA KINABALU (31 Oktober): Komisi Koperasi Malaysia (SKM) Sabah akan menyalurkan alokasi RM1,55 ​​juta untuk membantu koperasi di negara bagian yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Direkturnya, Matias Kundapin, mengatakan pendekatan SKM Sabah dalam membantu koperasi akan dilakukan melalui tiga program intervensi Rehabilitasi Ekonomi Koperasi di bawah Paket Kesejahteraan Rakyat dan Pemulihan Ekonomi (Pemulih) Nasional.

Dikatakannya, program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membantu gerakan koperasi di Malaysia yang juga terdampak dan akan dilakukan melalui Kementerian Pengembangan Pengusaha dan Koperasi (MEDAC).

Ketiga program tersebut adalah Penubuhan Koperasi Prihatin Rakyat’ (KPR), Jualan Koperasi Prihatin Rakyat (JKPR) dan Program Transformasi Ekonomi Gerakan Koperasi (TRANSFER).

Menurut Matias, SKM Sabah akan mengucurkan RM300.000 untuk membantu kelompok sasaran pengusaha yang terkena dampak, mereka yang kehilangan sumber pendapatan dan lulusan pengangguran untuk mendirikan koperasi.

“Koperasi berdiri untuk menerima maksimum RM100.000 tergantung pada proyek yang akan mereka laksanakan,” tambahnya.

Misalnya, karyawan di sektor perhotelan yang diberhentikan, dapat mendirikan koperasi dengan setidaknya 20 anggota yang menawarkan bisnis terkait layanan, katanya, seraya menambahkan bahwa koperasi harus menyiapkan kertas kerja proyek mereka untuk dievaluasi.

Jika disetujui, alokasi tersebut akan dicairkan dalam waktu tiga bulan, kata Matias saat meresmikan gedung Kedai Koperasi Wanita Dinazang Inovatif Kudat Berhad di Kudat, pekan lalu.

Dalam acara tersebut, Matias membagikan sembako kepada anggota Koperasi Wilayah Kudat yang terdampak pandemi Covid-19.

Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan kerjasama antara SKM Sabah, Angkasa dan Co-Opbank cabang Sabah yang pertama.

Di bawah program JKPR, SKM Sabah telah menyalurkan insentif sebesar RM255.000 kepada 14 koperasi yang terlibat dalam ritel serba-serbi di negara bagian.

Matias mengatakan koperasi akan menerima insentif masing-masing hingga RM15.000 untuk melakukan program penjualan di beberapa daerah di negara bagian, menambahkan bahwa program JKPR telah dilakukan di Beaufort, Keningau, Tawau, di sepanjang pantai barat hingga utara. bagian dari Sabah, Labuan dan Kudat.

Melalui program ini, SKM memberikan subsidi untuk ritel barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, jelasnya.

Koperasi di Sabah yang tergabung dalam JKPR adalah Koperasi Warisan Wangkod Tamparuli Sabah Berhad; Koperasi Badan Dakwah Daerah Kudat Berhad; Koperasi Wawasan Rakyat Sabah Berhad; Koperasi Wanita Dinazang Inovatif Kudat Berhad; Koperasi Kampung Suasa Beaufort Berhad United; Koperasi Jaya Murni Beaufort Berhad; Koperasi Keluarga Syamsudin Bila Labuan Berhad; Koperasi Orang Asal Lanas Sook Keningau Berhad; Koperasi Kampung Bunga Raya Keningau Berhad; Koperasi Taburi Kota Belud Berhad; Koperasi Pukak Kiulu Tuaran Berhad; Koperasi Pembangunan Usahasama Masyarakat Maju Sabah Berhad; Koperasi Emas Tawau Sabah Berhad; dan Koperasi Kampung Luanti Baru Keningau Berhad.

Untuk program TRANSFER, alokasinya, ungkap Matias, sebesar RM1 juta dan difokuskan pada koperasi yang terdampak pandemi yang ingin mengembangkan usahanya atau mengubah kegiatannya ke yang lebih sesuai untuk menjaga stabilitas keuangan koperasi. .

“Misalnya koperasi yang bergerak di sektor pariwisata yang terdampak karena sektor pariwisata tutup, tapi mau melakukan kegiatan lain seperti budidaya sawit. Mereka membutuhkan modal untuk membeli bibit serta menyiapkan infrastruktur sehingga SKM akan memberikan hibah untuk membantu koperasi melanjutkan operasi bisnisnya di berbagai sektor ekonomi, ”jelasnya.

SKM, tegasnya, akan memberikan hibah untuk membantu koperasi tetapi harus mengikuti pedoman, syarat, ketentuan dan kriteria yang ditetapkan.

Tentang Koperasi Wanita Dinazang Inovatif Kudat Berhad, Matias mengatakan, terdaftar pada 2012 dan memiliki 48 anggota.

Sudah sangat aktif dan menunjukkan komitmen yang tinggi, katanya, seraya menambahkan bahwa kerja keras koperasi itu terbayarkan oleh RM60.000 ruko yang diperoleh dengan bantuan SKM.

Dalam acara tersebut, Matias menyerahkan sembako kepada 120 anggota dari tujuh koperasi yaitu Koperasi Badan Dakwah Islam Daerah Kudat Berhad, Koperasi Keluarga Nohali Amdayung Kudat Berhad, Koperasi Tukad Kudat Berhad, Koperasi Jati Kampung Tampakan Kudat Berhad, Koperasi Wanita Dinazang Inovatif Kudat Berhad, Koperasi Pembangunan Tanah Kumbatang Kudat Berhad dan Koperasi Matunggong Kudat Berhad.







Posted By : hk keluar hari ini