Mansion sedang menunggu waktu untuk runtuh
Kosmo

Mansion sedang menunggu waktu untuk runtuh

BACHOK – Lima anak di Kampung Nibong, Beris Kubor Besar di sini harus hidup dalam kemiskinan ketika keluarga tidak mampu untuk memperbaiki rumah warisan yang berusia lebih dari 100 tahun.

Sebagian besar lantai rumah kayu yang dihuni Wan Aziz Wan Ismail, 49 tahun, bersama istrinya, Mazita Hassan Pakry, 50 tahun, dan ketiga anaknya yang berusia 11 hingga 27 tahun itu sudah lapuk akibat serangan rayap.

Menurut Mazita, suaminya bekerja sebagai tukang kayu di Jeli dan pulang ke rumah seminggu sekali untuk menghemat biaya.

Dia mengatakan, penghasilan suaminya hanya RM50 sehari tergantung pada pekerjaan yang dilakukan dan tunjangan yang diberikan oleh kepala keluarga hanya cukup untuk memberi makan mereka di rumah.

“Atap bata yang merupakan atap rumah juga sudah bocor. Kondisi tersebut menyebabkan lantai rumah menjadi basah saat hujan dan menambah kerusakan di bagian tersebut.

“Saya sudah tinggal di rumah ini sejak saya lahir, tetapi kondisi rumah warisan ini semakin memburuk belakangan ini. Keadaan tersebut membuat kami sekeluarga harus selalu waspada karena sewaktu-waktu bisa roboh,” ujarnya saat ditemui Kosmo! kelmarin.

Menurut Mazita, rumahnya juga tidak memiliki kamar tidur dan WC berada di luar rumah selain keluarga masih menggunakan sumber air sumur di dekat rumah.

Ia mengatakan telah meminta bantuan untuk memperbaiki rumah pusaka yang terletak di tanah milik bibinya dari beberapa pihak, namun masih belum ada jawaban.

“Untuk saat ini kami hanya ingin memperbaiki lantai dan atap karena kami khawatir situasinya akan semakin buruk, terutama saat musim hujan ini,” katanya.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkannya melalui rekening Bank Islam, Mazita Hassan Pakry 0310-2020-2623-53 atau hubungi dia online 019-500 2742. -K! ON LINE


Posted By : pengeluaran hk hari ini 2021