Munculnya varian Omicron untuk lebih mendongkrak ekspor sarung tangan karet
Nation

Munculnya varian Omicron untuk lebih mendongkrak ekspor sarung tangan karet

Munculnya varian Omicron untuk lebih mendongkrak ekspor sarung tangan karet

Datuk Zuraida Kamaruddin

KUALA LUMPUR (30 Nov): Ekspor sarung tangan karet diperkirakan akan terus meningkat di tengah munculnya varian Omicron Covid-19 dan Malaysia akan memastikan pasokan yang cukup ke dunia, melindungi pasarnya, kata Kementerian Industri Perkebunan dan Komoditas ( MPI).

Menteri Datuk Zuraida Kamaruddin mengatakan varian tersebut belum menyebar ke dalam negeri tetapi telah mempengaruhi beberapa negara di luar negeri.

“Sebagai produsen utama produk ini, kami melihat ekspor sarung tangan karet meningkat ketika dunia (dan negara kita) dilanda pandemi ini.

“Ini karena sifat pasokan yang rendah dan permintaan yang tinggi, sehingga kami mengalami penjualan yang baik,” katanya kepada Bernama setelah menghadiri program wawancara Buletin Bernama di Bernama TV bersamaan dengan Aspirasi Keluarga Malaysia (AKM) 100 Hari.

Dia mengatakan industri sarung karet tidak akan terpengaruh dari segi produksinya, namun masalah kekurangan tenaga kerja menjadi masalah utama bagi para pelaku industri.

Karena itu, Zuraida mengatakan dia telah berkonsultasi dengan Kabinet untuk menghasilkan mekanisme yang lebih berkelanjutan untuk memastikan negara itu memiliki pasokan pekerja asing yang memadai.

“Ini akan dilakukan dari pengaturan government-to-government (G-to-G) secara langsung dan ini akan menjadi tujuan jangka menengah kami. Adapun untuk jangka pendek, kami akan berusaha mendapatkan tenaga kerja asing untuk pabrik sarung tangan karet awal tahun depan

“Malaysia akan terus bersaing dengan negara produsen seperti China dan Indonesia namun kedua negara tersebut memiliki populasi yang besar.

“Malaysia hanya berpenduduk 32 juta, jadi kecil kemungkinan kita bisa memproduksi sarung tangan yang cukup untuk pasar global dengan pekerja terbatas,” katanya.

Dilaporkan bahwa saham pembuat sarung tangan karet naik pada hari Senin dipimpin oleh Top Glove Bhd karena varian Omicron.

Dan pada hari yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa varian tersebut kemungkinan akan menyebar luas.

Sementara itu, Zuraida mengatakan Malaysia masih membutuhkan tenaga kerja asing, setidaknya dalam tiga sampai lima tahun ke depan, terutama untuk industri kelapa sawit hingga mekanisasi yang canggih dan partisipasi pemuda yang lebih banyak.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa dengan menggunakan platform G-to-G, kementeriannya akan memberikan lebih banyak informasi ke luar negeri tentang masalah perburuhan di dalam negeri, sehingga membantah tuduhan adanya unsur penganiayaan dan penipuan baik di kelapa sawit maupun karet. sektor.

“Kami juga akan mengeluarkan kebijakan perumahan bagi pekerja di perkebunan kelapa sawit dan karet dan dengan kebijakan ini, rumah pekerja asing akan lebih nyaman, lebih sesuai dengan prosedur operasi standar dan mereka akan merasa lebih nyaman.”

Dia mengatakan tuduhan yang dibuat oleh organisasi non-pemerintah dari Uni Eropa tidak adil.

“Saya akan membawa masalah ini ke UE tahun depan dan akan mempresentasikan hal-hal yang telah diterapkan Malaysia sehingga lebih jelas.

“Ini penting agar orang luar tahu bahwa Malaysia adalah negara yang maju dan tidak terbelakang,” ujarnya.

Pada September 2021, sektor komoditas pertanian telah mencatat nilai ekspor RM154,7 miliar.

Peningkatan nilai ekspor produk agro-komoditas disebabkan oleh peningkatan ekspor produk utama seperti minyak sawit dan sarung tangan karet.

Nilai ekspor karet alam dan produk karet meningkat sebesar 88,5 persen menjadi RM59,1 miliar dan minyak sawit sebesar 43,3 persen menjadi RM74,4 miliar.

Sementara itu, ekspor kayu sebagai penyumbang ekspor terbesar ketiga setelah minyak sawit dan karet mencatat peningkatan sebesar 1,2 persen menjadi RM15,9 miliar. – Bernama







Posted By : togel hongkongkong hari ini