Pembongkaran Gedung Sabindo Dilanjutkan – Mantan MP
Sabah

Pembongkaran Gedung Sabindo Dilanjutkan – Mantan MP

Pembongkaran Gedung Sabindo Dilanjutkan – Mantan MP

Jimmy Wong

TAWAU (14 Jan): Lebih dari 10.000 tanda tangan yang dikumpulkan dari masyarakat di sini yang menentang pembangunan gedung komersial di Blok D di Sabindo di sini menunjukkan bahwa mereka tidak menyetujui proyek tersebut.

Dan hal ini menyebabkan Kabinet Sabah setuju untuk membatalkan proyek tersebut pada tahun 2005.

Mantan anggota parlemen Kota Kinabalu, Datuk Jimmy Wong Sze Phin mengatakan hal ini sebagai jawaban atas pernyataan presiden Dewan Kota Tawau (MPT) Joseph Pang Pick Lim yang mengatakan bahwa proyek tersebut dihentikan oleh pemerintah setempat dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat secara komersial.

Wong menegaskan, plakat peringatan yang dipasang oleh pemerintah setempat tidak akan menghentikan upaya mereka untuk melanjutkan pembongkaran bangunan di blok tersebut sesuai dengan arahan dari Pengadilan Tinggi.

“Aspirasi rakyat telah disuarakan melalui proses Pengadilan Tinggi dan keputusan Kabinet Sabah dan kami akan melanjutkan seperti yang telah direncanakan,” katanya dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Upaya pembongkaran dijadwalkan akan dimulai pada 15 Januari pukul 4 sore.

Wong juga mengatakan bahwa Pang harus tahu bahwa kotamadya membutuhkan tempat parkir lebih dari bangunan komersial karena banyak ruko yang tetap kosong sementara sangat sulit untuk menemukan tempat parkir yang kosong.

Menurut dia, Pang harus menghormati keputusan rapat Kabinet Sabah pada September 2005 yang memutuskan penghentian kerja sama antara pemerintah daerah dengan perusahaan terkait Blok D.

Wong juga menegaskan bahwa mantan Menteri Perumahan Rakyat dan Pemerintah Daerah, Datuk Hajiji Haji Noor yang kini menjabat sebagai Menteri Utama telah menyatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada 16 September 2005, bahwa ruang terbuka tidak boleh dikembangkan untuk alasan komersial, khususnya di Sabindo tempat parkir. spasi tidak cukup.

Dia menambahkan bahwa Hajiji telah mengatakan bahwa ruang terbuka harus dijaga dan dilindungi untuk digunakan masyarakat.

“Dan kami juga memiliki keputusan dari Pengadilan Tinggi untuk menghancurkan struktur dan kami akan melakukannya karena otoritas yang bertanggung jawab untuk menghancurkan telah gagal melakukannya,” katanya.

Wong juga mempertanyakan keputusan Pang untuk melanjutkan pembangunan meski mendapat penolakan dari masyarakat.

Upaya penghentian pembangunan dimulai pada 2005.

Pang mengatakan pada konferensi pers pada hari Kamis bahwa bangunan toko Sabindo yang ditinggalkan tidak akan dihancurkan karena situs dan tanah sepenuhnya dimiliki oleh Dewan Kota Tawau.

Ia membantah jika gedung tersebut akan dibongkar seperti diberitakan media sosial belum lama ini.

“Bangunan yang dikenal sebagai blok D berada di atas tanah yang terdaftar di bawah pemerintah negara bagian untuk tujuan komersial dan telah diakuisisi oleh MPT.

“Sebenarnya tidak ada pihak luar yang ingin menuntut pembongkaran gedung dan kami juga sudah mendapat saran dari Kejaksaan Negeri bahwa masalah itu sudah diselesaikan,” katanya.

Dia mengatakan MPT meminta agar tidak ada tindakan atau perambahan dilakukan pada bangunan tanpa izin.







Posted By : hk keluar hari ini