Pengembang diperintahkan untuk membayar RM104.342 kepada empat untuk keterlambatan pengiriman rumah
Sarawak

Pengembang diperintahkan untuk membayar RM104.342 kepada empat untuk keterlambatan pengiriman rumah

Pengembang diperintahkan untuk membayar RM104.342 kepada empat untuk keterlambatan pengiriman rumah

(Dari kiri ketiga) Woon, Trabawan, Alhadi dan yang lainnya berfoto bersama usai acara.

SIBU (26 November): Seorang pengembang diperintahkan oleh Pengadilan Klaim Pembeli Perumahan Sarawak untuk membayar total RM104.342.60 kepada empat kliennya karena keterlambatan pengiriman properti.

Ketua Pengadilan Trabawan Mandi memerintahkan pengembang untuk melakukan pembayaran kepada empat penggugat dalam waktu 45 hari setelah menerima surat penghargaan dari mereka.

Dalam jumpa pers kemarin, Trabawan mengatakan pihak pengembang mengakui ada keterlambatan dan meminta kompensasi untuk mengecualikan Movement Control Order (MCO).

Pengadilan memerintahkan pengembang untuk membayar RM25.165,80 kepada Kaya Mawang untuk penundaan 1.280 hari; RM25,130.16 kepada Jenny Anchar untuk keterlambatan 1.336 hari; RM26,350.62 kepada Bonnie Anchar untuk keterlambatan 1.371 hari, dan RM27.696,02 kepada Pitrus Candang Arong untuk keterlambatan 1.441 hari.

Menurut Trabawan, besaran yang harus dibayarkan pengembang kepada penggugat didasarkan pada jumlah ‘hari tunda’ hingga kemarin (25 November).

Semua pembeli rumah harus menerima rumah dengan OP 24 bulan setelah mereka menandatangani perjanjian jual beli (S&P).

Namun, tidak satupun dari mereka telah menerima OP.

Trabawan juga mengatakan kompensasi untuk keterlambatan pengiriman adalah antara RM18,81 dan RM20,46 per hari tergantung pada S&P.

Penggugat pertama Kaya Mawang mengatakan kepada pengadilan bahwa ia menandatangani perjanjian S&P untuk rumah bertingkat satu lantai Ra M248.899 di Seduan Land District pada 29 Januari 2016.

Dia seharusnya menerima properti itu 24 bulan kemudian yaitu pada 29 Januari 2018.

Jenny menandatangani S&P dari RM228.899 rumah bertingkat menengah satu lantai di Seduan Land District pada 15 Oktober 2015.

Bonnie menandatangani perjanjian untuk rumah bertingkat menengah satu lantai di Seduan Land District senilai RM233.899 pada 10 September 2015.

Pitrus menandatangani perjanjian untuk rumah bertingkat menengah satu lantai senilai RM233.899 di area yang sama pada 2 Juli 2015.

Menurut Trabawan, pembeli rumah bisa menuntut atas keterlambatan pengiriman properti dan pembelotan ke rumah.

“Jumlah tertinggi yang dapat diklaim oleh pembeli rumah di bawah Pengadilan adalah RM150.000,” katanya.

Trabawan dibantu oleh Alhadi Ibrahim dan Simon Woon Ta Meng.







Posted By : info hk