Pengguna layanan streaming perlu mengontrol diri – Annuar
Nation

Pengguna layanan streaming perlu mengontrol diri – Annuar

Pengguna layanan streaming perlu mengontrol diri – Annuar

Annuar mengatakan saat ini, tidak ada mekanisme khusus yang tersedia di dalam negeri untuk mengekang konten platform layanan streaming over-the-top (OTT) yang berbasis di luar negeri, karena tidak tunduk pada undang-undang yang ada. — Bernama photo

KUALA LUMPUR (30 Nov): Pengguna layanan streaming online seperti Netflix, perlu mengendalikan diri dalam membuat preferensi kontennya untuk menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai dan keyakinan budaya bangsa.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Tan Sri Annuar Musa mengatakan saat ini, tidak ada mekanisme khusus yang tersedia di dalam negeri untuk mengekang konten platform layanan streaming over-the-top (OTT) yang berbasis di luar negeri, karena tidak tunduk pada undang-undang yang ada.

“Kami sedang mencari tindakan (yang ada) dan cara mengatur (streaming online) terutama layanan streaming OTT, dan ini menjadi tantangan bagi semua negara dan kami perlu menemukan solusi.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah memiliki rencana advokasi untuk memastikan ada kedewasaan dalam memilih program yang tersedia … undang-undang yang kita miliki hanya berlaku untuk platform yang terdaftar dan berlisensi di negara kita,” katanya kepada Dewan Rakyat hari ini.

Dia mengatakan ini sebagai jawaban atas pertanyaan dari Wan Hassan Mohd Ramli (PAS-Dungun) tentang langkah-langkah untuk mengekang konten dengan adegan seksual dan memiliki unsur lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang dapat dilihat melalui platform layanan streaming seperti Netflix.

Annuar menambahkan Netflix juga memiliki sistem parental control yang memungkinkan orang tua atau wali untuk mengatur penggunaan platform dan mencegah anak-anak menonton film yang tidak pantas.

Konten tertentu seperti film yang dinilai sebagai ‘Remaja’ dan ‘Dewasa’ dapat diblokir dengan kata sandi yang ditetapkan oleh orang tua dan wali, katanya.

Sementara itu, Annuar mengatakan dari 2018 hingga 30 September, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) telah memblokir 4.068 situs porno dan upaya itu akan terus berlanjut menyusul pengaduan yang diterima dan pemantauan proaktif. – Bernama







Posted By : togel hongkongkong hari ini