Sabah akan merambah produksi gas hidrogen
Sabah

Sabah akan merambah produksi gas hidrogen

Sabah akan merambah produksi gas hidrogen

Bung berbicara pada konferensi pers.

KOTA KINABALU (29 November): Pemerintah negara bagian sedang melihat produksi gas hidrogen sebagai energi alternatif dan sumber pendapatan baru untuk Sabah.

Wakil Ketua Menteri Datuk Seri Bung Moktar Radin mengatakan Sabah dengan kelembaban tinggi antara 60 hingga 70 persen dapat menghasilkan gas hidrogen dalam jumlah besar sehingga menjadikannya pusat pembangkitan gas yang potensial.
Sabah, kata dia, akan menjadi pusat pembangkitan hidrogen dan energi terbarukan yang komprehensif melalui kegiatan bisnis hulu dan hilir, manajemen logistik, serta penjualan energi yang dihasilkan.

Dia mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah melalui perusahaan yang sepenuhnya dimiliki, Smart Sabah Corporation Sdn Bhd, telah mengidentifikasi beberapa proyek utama, termasuk pengembangan solar skala besar untuk sistem pembangkit gas hidrogen, pengembangan 3.500 MW. pembangkit listrik mandiri hijau (IPP) dan pengembangan Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) antara lain.

Proyek tersebut, katanya, diharapkan dapat mendatangkan investasi langsung tidak kurang dari RM25 miliar kepada negara dan secara tidak langsung menciptakan 20.000 kesempatan kerja di berbagai sektor bagi rakyat di Sabah.

Di antara area yang diidentifikasi untuk pengembangan proyek termasuk situs seluas 50.000 hektar di Kalabakan, Pulau Layang Layang, Kudat dan Pulau Kelumpang di Tawau.

Menteri Pekerjaan mengungkapkan bahwa untuk memulai proposal, Smart Sabah Corporation Sdn Bhd telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Malaysia Green Technology and Climate Change Corporation (MGTC), sebuah lembaga di bawah Kementerian Lingkungan dan Air pada 9 November dengan tujuan untuk menyelesaikan studi kelayakan pada proyek yang diharapkan akan dimulai pada tahun 2022.

“Setelah studi kelayakan oleh MTGC untuk menemukan lokasi yang cocok selesai, kami kemudian akan meminta pemerintah negara bagian untuk mengukuhkan area untuk produksi gas hidrogen,” katanya.

Menurut Bung Moktar, investor dari Korea dan Jepang telah menghubungi dan menyatakan minatnya untuk bekerja sama dengan Smart Sabah dalam proyek tersebut.

Menjawab pertanyaan mengapa Sabah memilih untuk berani memproduksi gas hidrogen sebagai sumber energi alternatif, Bung Moktar mengatakan bahwa itu adalah teknologi baru dan dapat membawa sumber pendapatan baru ke Sabah dalam skala yang lebih besar.

“Ini adalah teknologi hijau sehingga tidak akan mencemari lingkungan tetapi malah melindunginya. Kami juga memiliki pembeli yang siap untuk gas hidrogen tetapi prioritas untuk penggunaan negara, ”katanya, seraya menambahkan bahwa investor dari Korea, Jepang dan Dubai telah menunjukkan minat mereka untuk berinvestasi dalam proyek tersebut.







Posted By : hk keluar hari ini