SOP untuk perayaan Deepavali dipermudah
Sabah

SOP untuk perayaan Deepavali dipermudah

SOP untuk perayaan Deepavali dipermudah

KOTA KINABALU (3 November): Pemerintah Negara Bagian telah melonggarkan beberapa pembatasan sehubungan dengan perayaan Deepavali pada 4 November.

Juru bicara resmi Covid-19 Sabah, Datuk Seri Masidi Manjun mengatakan bahwa bazar Deepavali akan diizinkan, dengan persetujuan dari Balai Kota atau otoritas setempat.

Masidi mengatakan rumah ibadah hanya boleh memenuhi 50 persen kapasitas maksimalnya dan hanya bisa beroperasi dari pukul 06.00 hingga 22.00, dengan tetap menerapkan social distancing.

Dia menambahkan, kunjungan keluarga dan perjalanan antar kabupaten juga akan diizinkan, sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang ada.

“Kuburan juga diperbolehkan, sesuai dengan SOP manajemen pemakaman non-Muslim, di bawah Rencana Pemulihan Nasional Tahap Ketiga,” kata Masidi dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Sementara itu, Sabah kembali mencatat lonjakan kasus Covid-19 pada Rabu dan dua klaster baru.

“Satu hari lagi peningkatan yang kaku! Total kasus hari ini 675, 126 lebih banyak dari kemarin,” kata Masidi di akun Twitter resminya sebelumnya.

Ditambahkannya, sopir ‘kereta sapu’ berusia 37 tahun di Kampung Tumbalang, Ranau memicu klaster baru yang menjangkiti 56 orang.

Klaster Sawit Jati yang juga merupakan klaster komunitas ini melibatkan seorang WNI berusia 47 tahun yang bekerja sebagai gatekeeper di sebuah perkebunan kelapa sawit.

Sebanyak 18 kabupaten mencatat peningkatan kasus, dengan Ranau, Kota Kinabalu, Tuaran, Kinabatangan, Sandakan, Keningau, Sipitang, Kota Marudu, Papar dan Putatan, menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Kota Kinabalu tetap di atas dengan 89 kasus, diikuti oleh Kota Belud (65) dan Ranau (60).

Empat kematian akibat Covid-19 tercatat di Keningau, Nabawan, Kota Marudu, dan Kota Kinabalu.

Ditambahkannya, seorang sopir ‘kereta sapu’ di Kampung Tumbalang, Ranau memicu klaster baru yang sejauh ini menjangkiti 56 orang, sedangkan klaster baru teridentifikasi di Sawit Jati, Kinabatangan, yang sejauh ini tercatat 25 kasus.

Klaster Tumbalang merupakan klaster komunitas yang terdeteksi pada 23 Oktober lalu. Kasus indeks melibatkan seorang pengemudi berusia 37 tahun.

Sementara itu, Klaster Sawit Jati yang juga merupakan klaster masyarakat, melibatkan seorang warga negara Indonesia berusia 47 tahun yang bekerja sebagai gatekeeper di sebuah perkebunan kelapa sawit.







Posted By : hk keluar hari ini