Van sekolah ilegal mengecat ‘oranye’ untuk melarikan diri dari JPJ
Kosmo

Van sekolah ilegal mengecat ‘oranye’ untuk melarikan diri dari JPJ

SEREMBAN – Segelintir operator mobil pribadi terdeteksi berusaha menghalangi aparat penegak hukum Dinas Perhubungan Jalan (JPJ) dan orang tua siswa dengan mengecat kendaraan berwarna oranye yang diduga sebagai mobil sekolah legal dalam operasi bus sekolah ilegal di sekitar Seremban di sini.

Survei dalam operasi itu menemukan, operator van tampaknya bersedia menggadaikan nyawa siswa dengan membiarkan sopir van sekolah tak dikenal menjemput dan mengantar anak-anak ke sekolah.

Direktur JPJ Negeri Sembilan, Hanif Yusabra Yusuf mengatakan, operasi itu dilakukan sebagai hasil intelijen oleh 28 petugas dan anggota penegak JPJ sejak 18 November dengan mendeteksi mobil van sekolah ilegal yang beroperasi untuk membawa siswa sekolah secara ilegal.

“Selama pengamatan dan intelijen selama seminggu, sebanyak 16 kendaraan ditemukan beroperasi tanpa izin yang sah dan tidak melalui pemeriksaan Pusat Pemeriksaan Kendaraan Terkomputerisasi (Puspakom) yang seharusnya dilakukan dalam skala enam kali. bulan.

“Bahkan, operator van swasta hanya mengecat van oranye untuk mengaburkan orang tua dan yang lebih berbahaya kendaraan tidak memiliki asuransi,” katanya dalam konferensi pers setelah operasi bus ilegal di sekitar Seremban sini.

Hanif Yusabra menjelaskan, operasi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kendaraan yang digunakan sebagai van atau bus sekolah memiliki izin yang sah dan mematuhi peraturan di bawah Undang-Undang Angkutan Jalan (APJ) 1987 dan Undang-Undang Angkutan Umum Darat (APAD) 2010.

Sementara itu, kata Hanif Yusabra, mobil van sekolah ilegal juga terdeteksi membawa siswa sekolah melebihi batas kapasitas yang ditetapkan untuk masing-masing kendaraan.

“Mereka (pengusaha) terlihat berusaha mengambil banyak penumpang untuk mendapat untung lebih.

“Di antara alasan yang diberikan operator van adalah biaya yang harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, termasuk cat, tidak boleh ada masalah dengan pengurusan izin,” katanya.

“Pelanggaran yang dapat dikenakan pada van sekolah ilegal yang beroperasi tanpa izin yang sah termasuk penyalahgunaan izin kendaraan bermotor berdasarkan Pasal 23 (2) APJ 1987 dan tidak ada pertanggungan asuransi berdasarkan Pasal 90 (1) APJ 1987,” katanya.

Dia menambahkan, JPJ Negeri Sembilan menganggap serius pelanggaran yang melibatkan operator van dan bus sekolah tanpa izin karena berisiko bagi siswa.

“Dalam hal ini, penertiban dari waktu ke waktu akan dilakukan untuk memastikan semua operator van atau bus sekolah beroperasi sesuai aturan.

“Prosedur utama yang harus dilakukan oleh operator van atau bus sekolah adalah mengajukan izin di bawah APAD, memiliki SIM dan kendaraan perlu melakukan inspeksi berkala setiap enam bulan sekali dengan Puspakom,” katanya. – K! ON LINE


Posted By : pengeluaran hk hari ini 2021